3 dampak kasus irj ferdy sambo





 Sejak Agustus 2022 tahun lalu kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat hingga Ferdy Sambo (FS)sebagai tersangka pembunuhan sampai dengan saat ini belum juga selesai. 


Pertanyaan yang muncul spontan saat ini tentu saja, apakah lembaga hukum Indonesia itu begitu lemah? 


Ataukah pihak nhya



kepolisian Indonesia itu kerjanya mempersulit demi menjaga marwah kepolisian itu sendirinya?

baca juga:untuk soal sertifikat hukum.

Kasus panjang dan berbelit itu muncul tidak habis-habisnya di pemberitaan media TV di Indonesia, dampak yang terasa adalah bahwa masyarakat sederhana sampai di desa-desa saja mengenal dan membenci yang namanya FS.

Dalam suatu perjumpaan dan percakapan dengan seorang ibu yang sudah berusia 75 tahun di Flores, tiba-tiba saja ibu itu "saya benci orang seperti FS dan asal saja jangan jadi seperti FS."

Padahal Polisi kita bisa saja menangkap teroris dan kejahatan lainnya secara cepat dan tegas. Kenapa kasus FS masih dibiarkan tanpa ada ujungnya?


Tegakah membiarkan rakyat dan tentu saja keluarga korban terus hidup dalam kebencian itu? Tentu saja, hal yang tidak bisa dihindari adalah bahwa kebencian pada institusi dimana FS mengabdi.


2. Aparat penegak hukum Indonesia akan menjadi bahan tertawaan dunia internasional


Ledakan kasus ini akan tetap saja menyebar, jika saja tidak pernah bisa diselesaikan secara tuntas. Saya masih ingat di tahun 1990an film India selalu menjadi favorit kalangan pelajar dan orangtua kala itu.







Komentar

Postingan populer dari blog ini

dua love languages baru yang bikin hubungan makin mesra

aplikasi snack vidio aplikasi yang bisa menghasilkan uang

persyaratan tentang slf