bisa ga kita bahagia tanpa uang

 




 Apa kamu sadar? Tiap kali kita menyalakan media sosial, ada teman-teman yang hidupnya serba mewah.

Selain itu, kamu juga bertemu dengan teman-teman yang menyombongkan penghasilan mereka dan membuatmu merasa minder.

Pada akhirnya, momen ini membuat kamu bertanya-tanya, “Bagaimana caranya hidup dengan banyak duit seperti mereka?” 

kunjungi:link mengenai sesuatu kebahagian manusia

Membuang barang di sini memang perlu kita lakukan tapi bukan semua barang yang kita punya, melainkan barang-barang yang sudah nggak kita pakai.

Mungkin kamu memiliki lemari tua atau meja yang tidak digunakan lagi.

Nyatanya, kebahagiaan kita bertepatan dengan barang-barang yang tidak terpakai di rumah. Semakin banyak barang yang kita miliki, semakin tidak bahagia kita. Kita selalu dihantui perasaan “nanti kalau ternyata terpakai gimana?”

Nah, coba mulai dengan membuang barang-barang yang sudah tidak terpakai lagi.Kesalahan orang yang ingin hidup sejahtera dan bahagia adalah mereka menaruh harapan pada keinginan yang impulsif. Keinginan impulsif ini bisa membuat kita tidak bahagia sama sekali.Lambat laun, kita membeli barang yang mungkin tidak kita butuhkan atau hanya untuk gengsi. Ketika ini terjadi, kita merasa seperti hidup dalam kemiskinan.

Nyatanya, meskipun semua pakaian mu berlabel LV atau Gucci, kamu akan merasa kurang.

Ada baiknya kita menghindari pembelian impulsif seperti ini karena sifat ini bikin kita makin ngerasa kere daripada merasa hore. Ketika kamu membeli helm seharga 1 juta, ada perasaan kurang, dan beli yang lebih mahal lagi.

Kita bisa belajar dari pengalaman membuang barang-barang yang tidak kita gunakan. Saat itulah kita akan memilah mana yang perlu dan mana yang tidak.

Kita dapat menghindari kebiasaan pembelian impulsif dengan bertanya pada diri sendiri apakah kita benar-benar membutuhkan atau hanya menginginkan sesuatu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

dua love languages baru yang bikin hubungan makin mesra

aplikasi snack vidio aplikasi yang bisa menghasilkan uang

Bahaya struktural dalam audit bangunan