dampak buruknya threesome yang jarang diketaui orang
Fantasi untuk melakukan Threesome terbukti nyata adanya bagi seseorang maupun sepasang sejoli.
Aktivitas seksual bertiga atau threesome, bahkan sudah menjadi kegiatan yang kerap dilakukan oleh pasangan suami istri sebagai bumbu baru di atas ranjang.
Namun, tidak selamanya bumbu peningkat gairah menjadi satu-satunya alasan pasutri untuk melakukan threesome.
kunjungi:link mengenai suatu yang bahaya bagi manusia
Lihat saja kelakuan AA, warga Magetan berumur 30. Ia tertangkap polisi setelah menjual jasa threesome dengan istrinya
Banyak yang beranggapan threesome hanya dilakukan oleh warga kelas menengah atas yang mampu membeli dua pelacur sekaligus.
Berbanding terbalik dengan anggapan tersebut, AA justru merupakan seorang kuli bangunan dan pekerja serabutan.
AA menjual jasa threesome karena membutuhkan uang untuk biaya persalinan istrinya. Selain itu, ternyata AA dan istrinya juga sama-sama memiliki fantasi untuk melakukan aktivitas tersebut.
“Saya kepingin, istri juga, sama-sama kepingin,” ujar AA kepada para petugas Polda Jatim.
Hal yang sama juga terjadi di kasus DTS, seorang tukang bakso dari Kediri. DTS yang baru berusia 20, menjual istrinya yang masih berusia 16, untuk jasa threesome kepada anggota grup facebook “Pasutri Bahagia”.
Setelah tertangkap oleh kepolisian, DTS mengaku sudah menjalani kerja lepas penuh berahi tersebut setidaknya sebanyak tiga kali tiga transaksi.
Atau anda mungkin ingat dengan kasus threesome yang berasal dari daerah Garut sana.
Pasangan berinisial V dan A, tertangkap polisi setelah video threesome dan seks ramai (gangbang) yang mereka lakukan
V mengaku, Ia melakukan hal tersebut karena paksaan sang suami. Sedangkan A mengaku, Ia sengaja merekam dan memasarkan video threesome tersebut karena motif ekonomi.
Meskipun A mengklaim itu semua demi motif ekonomi, tetapi hal ini juga disanggah oleh pernyataan V. Menurut V, justru Ia hanya menerima 500ribu rupiah ketika melakukan threesome dengan pelanggan.
Sedangkan Ia tidak tahu berapa uang yang didapatkan oleh A. V juga menambahkan, bahwa A memiliki orientasi biseksual sehingga A bisa menikmati aktivitas seksual dengan istrinya maupun dengan laki-laki tersebut.
Tiga kasus ini memperlihatkan bagaimana nyatanya fantasi seksual threesome bahkan dalam kehidupan nyata di Indonesia.
Fantasi ini juga menjangkit seluruh manusia dewasa, tidak pandang kelas sosial maupun orientasi seksualnya.
Namun, hubungan threesome yang dilakukan pasutri tidak melulu berujung penjara seperti yang terjadi dalam tiga kasus tadi.
Masalah yang lebih umum dari aktivitas threesome pasutri justru adalah terciptanya keretakan dalam rumah tangga.
Menurut jurnalis, Ossiana Tepfenhart, ada masalah-masalah pasutri yang perlu diingat sebelum memutuskan untuk melakukan threesome.
“Ada sejumlah pasangan yang tidak seharusnya melakukan ini ketika sudah menikah,” tulis Ossiana.
Salah satu masalah terbesar adalah masalah kecemburuan yang mungkin timbul setelah aktivitas threesome dilakukan.
“Seringkali kecemburuan terjadi karena kedua pasangan belum menyepakati detail-detail penting seperti batasan maupun penyelesaiannya,” jelas Ossiana.
Masalah ini disepakati dan dijelaskan lebih lanjut oleh ahli seks, Tracey Cox. “Mungkin mudah membayangkannya, tapi Anda tidak benar-benar siap mengantisipasi perasaan melihat orang lain mencium atau mencumbu pasangan Anda sendiri,” jelas Tracey.
Lebih jauh lagi, Tracey mengatakan bahwa aktivitas threesome justru lebih banyak menciptakan kecanggungan di atas ranjang.
Pasangan yang belum berpengalaman akan sampai pada momen canggung di mana mereka harus menentukan siapa yang harus memulai lebih dulu.
Ketika dalam percumbuan, kecanggungan semacam ini seringkali masih berlanjut. “Pasalnya, kebanyakan dari kita membayangkan kalau kita akan jadi pihak yang santai menerima kenikmatan dari pihak lain. Padahal, pihak lain juga mengharapkan hal yang sama,” lanjut Tracey.
Terlebih, jika threesome dilakukan oleh satu laki-laki. “Seringkali laki-laki tertekan ketika diharapkan untuk memuaskan dua perempuan, mungkin saja sampai tidak bisa ereksi karena stress,” lanjut Tracey.
Kecanggungan dan tekanan juga bisa menimpa pihak perempuan. Apabila pemainnya adalah satu perempuan dan dua laki-laki, terdapat kasus umum di mana kedua laki-laki tanpa diduga juga saling bercumbu.
“Di fantasi kita, mereka hanya akan fokus memuaskan kita, nyatanya aktifitas sesama jenis yang tiba-tiba terjadi sangat umum dalam threesome,” ujar Tracey.
Kecemburuan di antara pasangan juga terjadi ketika satu pihak merasa tidak dilibatkan. Hal ini terjadi karena seringkali di atas ranjang ada dua pihak yang jadi asik sendiri.
“Ketika ini terjadi, kita akan berpikir apakah kita kurang memuaskan? atau apakah dia lebih memuaskan?” jelas Tracey.
Kekhawatiran tadi seringkali terbawa bahkan hingga aktivitas threesome selesai. Kecemburuan di luar ranjang bisa semakin parah apabila threesome dilakukan dengan pihak yang dekat secara pribadi dengan kedua pasangan.
Pihak ketiga akan menjadi momok bagi pasangan yang cemburu atau bahkan menjadi fantasi yang berlanjut bagi pasangan yang terpuaskan.
Menurut Tracey, dalam beberapa kasus justru salah satu pasangan bisa jatuh cinta oleh si pihak ketiga setelah melakukan threesome tersebut.
Komentar
Posting Komentar